Prajurit Yang Memprihatinkan

Kali ini gue mau ngepost curhatan gue di Wattpad, opini gue mengenai sesuatu peristiwa sosial dimasyarakat. Karena dalam rangka hari Pendidikan Nasional 2 Mei Lalu, makanya gue mau upload opini gue yang ini, untuk bisa saling mengingatkan sesama pelajar. 
Jadi sekitar dua setengah bulan yang lalu tanggal 14 Februari 2017 ada tawuran antara sesama pelajar tingkat menengah di Jakarta Timur , tepatnya di Pasar Rebo, akibat tawuran ini ada satu korban meninggal dunia terkena bacokan (Innalillahi wa inna illaihi rojiun) dan korban ini adalah pelajar yang ikut tawuran .
Ketika gue baca berita di media online dan nonton video nya, seketika gue merasa sedih, kesel, kasian, dan memprihatinkan kenapa sih kok pelajar bertindak kayak gitu ? gue engga tau sebenernya apa yang jadi pemicunya sampai bisa kayak gitu , mungkin saling ejek? tapi ada juga yang bilang "udah legend sih" ,  apapun pemicunya sebagai pelajar engga seharusnya seperti itu kan , beberapa komentar pun berdatangan tuh, tapi herannya, ada komentar yang tertulis "RIP Prajurit" terus seketika gue bertanya-tanya kok prajurit ? jadi lu sekolah buat jadi prajurit tawuran . Gue ga ngerti lagi deh maksudnya apa . Gue cuma mau mengutarakan kalau apa yang kalian lakukan (tawuran) itu salah, coba deh tujuan orang tua sekolah-in kalian itu apa sih? supaya kalian tuh pintar, cerdas, bisa bawa nama baik orang tua, bisa tahu mana yang baik mana yang buruk, supaya kalian menjadi anak yang berguna dan biar bisa jadi bekal kalian dimasa depan, intinya sih buat kalian juga, dan setiap orang tua itu pasti ingin anaknya berhasil , terus sekarang apa yang kalian lakukan? cuma buat mereka sedih, kecewa, hati mereka pasti merintih. Apa lagi orang tua yang jadi korban , ingat harapan mereka ada di tangan kalian. Terus orang tua yang anak nya menjadi pelaku, gue engga sanggup kalau jadi mereka.
Kalian termasuk gue, seharusnya tuh bersyukur bisa sekolah, hidup dijaman serba click mau nyari apa-apa tinggal pake internet, coba lihat orang-orang yang engga bisa sekolah , yang engga didukung fasilitas, listrik susah, internet engga ada, transportasi engga ada , dan masih banyak anak-anak Indonesia yang ingin banget sekolah. Terus sekarang kalian malah jadi prajurit tawuran. Gue tau masa-masa SMA itu masa dimana lagi labil-labilnya, lagi galau-galau nya ,sebuah masa ketika kita engga bisa ngatur emosi kita sendiri, gue tau kok gue juga pernah jalanin masa SMA , dimana gue benar-benar mencari jati diri gue, dan tawuran itu bukan jalan untuk melampiaskannya bahkan jelas-jelas salah (bayangin lu berantem sesama warga negara sendiri) aneh kan. Cuma satu hal yang harus kalian lakukan sebagai pelajar, cuma belajar sebagai tanggung jawab kalian sama Tuhan YME, sama negara, dan orang tua kalian sendiri.   
Pelajar itu bukan perang pakai clurit, pakai golok, tapi pelajar itu perang pakai pena dan pikiran. Ya udah kalau misalnya ada yang ngomongin, ngatain, ngecengin, mencaci, menghina engga usah diladenin, bersikap bodoh amat menurut gue sih, dan jangan kepancing guys sama yang kayak begituan...peduli amat yakan kata orang. Cuma balik lagi sih memang setiap orang pasti menanggapinya dengan berbagai cara, terutama remaja, sama kayak gue yang masih dalam kondisi labil. At least  jadilah remaja yang bijak, berfikir positif, kalian itu cerminan orang tua kalian, cerminan sekolah , cerminan agama , cerminan negara. Jadi jangan sampai masa muda dan masa-masa indah kalian di SMA itu menjadi momok yang tragis ,menyedihkan dan memprihatinkan kayak gitu.  Gue selalu inget kata-kata Pak Anies Baswedan yang bilang "young people have less experience , that's why they don't offer the past, they offer the future". Inget masa depan remaja kayak kalian itu masih panjang ( walaupun umur engga ada yang tau). At least  sebagai pelajar lu harus memenuhi kewajiban yaitu belajar. 
Semoga pendapat gue ini bisa saling mengingatkan ya , terutama sesama pelajar, semuanya sih. Karena sebagai manusia itu kita hidup untuk saling mengingatkan (inget kata Lucy di film LUCY) haha . Yaudah 
Annyeong, Terima Kasih, Kamsahamnida, Danke!!!




Happy Dongni

Komentar

Postingan Populer